Teluk Kuantan - Sikap arogan Ketua DPRD Kuansing, Dr. Adam, SH.,MH, sekaligus Ketua DPD Golkar Kuansing, kembali ia pertontonkan dipublik dengan menebar fitnah dan ujaran kebencian jelang Pemilu tahun 2024 disaat seluruh elemen ingin menciptakan suasana kondusif. Namun, ia malah ingin menciptakan suasana gaduh.
Omongan Ketua DPRD Kuansing, Adam Sukarmis tak ubahnya "Bak Menepuk Air Di Dulang". Kata demi kata yang di sampaikan, semua justru dilakukan keluarganya dan notabene Ayahnya, H Sukarmis yang merupakan Bupati dua periode.
Ujaran itu dilontarkan anak kandung H Sukarmis tersebut dalam pidatonya saat pengukuhan pengurus AMPI Kuansing, Ahad (24/12/2023) malam di Taman Jalur Kota Teluk Kuanta. Dirinya menyebutkan bahwa Partai Golkar dikhianati dan dizalimi, bahkan dirinya mengklaim hanya Golkar yang berjuang memenangkan ASA.
Namun, sejatinya apa yang dilontarkan Adam, hanya bentuk mencari simpati publik, karena kemenangan ASA tidak terlepas pula dari peran Suhardiman Amby, yang berhasil meraup suara signifikan dari daerah bagian hilir begitupun dengan simpatisan Suhardiman Amby yang bertungkus lumus.
Kemudian mengenai fakta terkait penghianatan, tidak seperti ujaran yang dilontarkan Adam, sebab publik tau bahwa abang kandungnya (Andi Putra) sendiri terkena OTT KPK karena menerima suap perpanjangan izin HGU PT. AA dan itu merupakan bentuk kerakusan untuk memperkaya diri.
"Adam dalam melontarkan perkataan mestinya berfikir dulu jika tidak ingin menepuk air di dulang", kata Darwis. Anggota DPRD Kuansing dari Partai Hanura, Selasa siang via sambungan telpon.
Tidak hanya itu, bahkan ia membuka aibnya sendiri dengan melontarkan negeri ini akan tergadai jika APBD-P 2023 jika disahkan. Nyatanya malah kelompoknya yang menggagalkan pengesehan APBD-P waktu itu ia menolak pembahasan dilanjutkan dan itu sudah kedua kalinya berturut-turut termasuk APBD murni 2024 yang ia paksakan tanpa kesepakatan, karena ingin menjegal program Bupati senilai 200 M lebih. Bahkan APBD yang disahkannya tidak diterima. Bahkan Sekda Provinsi telah bersurat untuk pembahasan ulang APBD 2024 dengan deadline 30 Desember, namun pihaknya seperti tidak menggubris sama sekali surat tersebut karena sikapnya seolah-olah masih merasa berkuasa.
"Pernyataan negeri ini akan tergadai yang kelauar dari mulut Adam, hanyalah sebuah fitnah dan hipotesa murahan. Ini bentuk kepanikannya sebab sikapnya sudah terbaca oleh masyarakat Kuansing. Apalagi saat Anggota BPD Kuansing menggeruduk kantor DPRD ia tidak menampakkan batang hidungnya, sebab bisa-bisa dirinya akan jadi bulan bulanan anggota BPD yang telah muak menengok sikapnya", ujar Darwis lagi.
Sementara itu ditempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kuansing dari Fraksi Gerindra menyebutjan bahwa semua tuduhan yang dilontarkan oleh Adam tidak ada benarnya ia malah terkesan ingin mengadu domba masyarakat dengan pemerintah daerah. Karena pemerintah daerah terus berbuat untuk masyarakat, bahkan melalui program kerjasama pemerintah daerah dan pusat dpaat melakukan pengaspalan jalan Kuantan Hilir-Logas Tanah Darat sepanjang 17 km. Ini menjadi kecemasan bagi kubunya. Apalagi baru-baru ini masyarakat Sikijang menggelar syukuran tanda terimakasih kepada Bupati mendapatkan jalan bagus. Karena dizaman bapaknya jalan ini tidak pernah tersentuh.
"Opini liar yang dilontarkan Adam, bahwa negeri ini akan tergadai merupakan kebohongan besar begitu pun dengan bahasa oposisi. Justru dirinya yang paling rakus mengajukan pokir, yakni lebih kurang 50 M setiap tahunnya, apa yang dilakukan Adam adalah sebuah sandiwara politik, bersifat tendensisius, kebencian, politik kotor untuk menjatuhkan lawan politiknya yang mendapat respon positif di masyarakat saat ini," tegas Juprizal sejawat nya di DPRD Kuansing.
Disisi lain, masyarakat juga harus tau pemerintahan hari ini ingin bersih-bersih akibat pembangunan di masa Bupati Sukarmis ( Ayah Kandung Adam) dan Andi Putra sebagai ketua DPRD ( Abang kandung Adam) serta Adam sendiri sebagai Anggota DPRD ( ketiganya adalah kader Partai Gokar) saat itu membangun hal-hal yang mubazir atau tidak sesui kebutuhan rakyat tapi dibangun atas ambisi kekuasaan dan keinginan personal bapaknya, karena tidak masuk dalam RPJMD waktu itu.
Dengan tujuan berbau Proyek ( laba Rugi) yang semuanya hari ini bermasalah hingga meninggalkan carut marut seperti Hotel Kuansing, Pasar Modern, Gedung Abdurrauf, Gedung Uniks, Mesjid Agung, Sport center, Perkebunan sawit, Tugu Carano, Jembatan Gantung, Jembatan Koto Taluk, Pengadaan Puluhan persil tanah.
Jika diuraikan masih ada ratusan Proyek bermasalah di jaman ayahnya saat menjadi Bupati, yang sudah banyak menelan korban penegak hukum yang berujung di penjara. Hingga masalahnya menjadi tugas pemerintahan sekarang, dengan demikian masyarakat harus cerdas menilai.
"Mana yang menggadaikan negri ini, pemerintahan sekarang atau pemerentahan sebelumnya, dimasa ayah Adam menjabat. Karena ratusan Milyar bahkan triliyunan dana disalah gunakan. Itu namanya Adam sama dengan menepuk air di dulang, maling teriak maling, serta analisis kampungan karena nama Suhardiman Amby kian harum dimasyarakat sehingga dirinya ingin membangun opini murahan untuk menjatuhkan pamor Bupati sekarang yang dekat dengan masyarakat," tutup Juprizal.